10 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Diet Intermittent Fasting

Photo of author

By admin

Intermittent fasting (IF) adalah pola makan yang semakin populer di seluruh dunia. IF membatasi waktu makan sehingga orang hanya makan dalam jendela waktu tertentu, dan puasa selama jendela waktu yang lain. Meskipun IF dapat membantu Anda menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan, banyak orang melakukan kesalahan saat mencobanya. Artikel ini akan membahas 10 kesalahan yang harus dihindari saat diet intermittent fasting.

Apa itu Diet Intermittent Fasting?

Diet Intermittent fasting adalah pola makan yang membatasi waktu makan dalam jendela waktu tertentu. Ada beberapa cara untuk melakukan IF, tetapi yang paling populer adalah 16/8, di mana seseorang hanya makan selama 8 jam dalam sehari dan berpuasa selama 16 jam lainnya. IF membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan dengan meningkatkan sensitivitas insulin dan mempercepat metabolisme.

Namun, ada kesalahan yang harus dihindari saat melakukan IF agar efektif dan aman.

Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Diet Intermittent Fasting

Dalam menjalankan diet Intermittent Fasting, terdapat beberapa kesalahan yang sering dilakukan dan dapat menghambat hasil yang diinginkan. Berikut adalah penjelasan secara detail mengenai kesalahan yang harus dihindari saat diet Intermittent Fasting:

1. Tidak Memperhatikan Asupan Nutrisi

Kesalahan pertama yang sering dilakukan saat melakukan diet Intermittent Fasting adalah tidak memperhatikan asupan nutrisi. Beberapa orang menganggap bahwa mereka dapat makan apa saja selama jendela waktu makan, asalkan tetap dalam batas waktu yang ditentukan. Namun, hal ini tidak sepenuhnya benar.

Meskipun Anda membatasi waktu makan, tetap penting untuk memperhatikan jenis makanan yang Anda konsumsi. Anda harus memastikan bahwa Anda mendapatkan nutrisi yang cukup dan seimbang dalam makanan Anda, termasuk protein, karbohidrat kompleks, lemak sehat, vitamin, dan mineral.

Memilih makanan yang sehat dan bergizi akan membantu Anda merasa kenyang lebih lama dan menghindari merasa lapar saat jendela waktu makan berakhir. Jika Anda hanya mengonsumsi makanan yang tidak seimbang atau tidak bergizi, tubuh Anda mungkin kekurangan nutrisi dan Anda mungkin merasa lelah atau lesu.

Untuk menghindari kesalahan ini, pastikan untuk memperhatikan asupan nutrisi dan memilih camilan sehat untuk diet intermittent fasting. Konsumsi makanan yang kaya akan serat, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian, serta protein berkualitas seperti ayam, ikan, atau kacang-kacangan. Hindari makanan yang tinggi gula, garam, atau lemak jenuh. Dengan demikian, Anda akan merasa lebih baik dan mendapatkan manfaat maksimal dari diet Intermittent Fasting.

2. Tidak Menjaga Kadar Insulin

Kesalahan kedua saat melakukan diet Intermittent Fasting adalah tidak menjaga kadar insulin. Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas dan bertanggung jawab untuk mengatur kadar gula darah di dalam tubuh. Ketika Anda makan, tubuh Anda akan memproduksi insulin untuk membantu mengolah glukosa atau gula darah menjadi energi.

Namun, jika Anda terus makan makanan tinggi karbohidrat atau gula selama jendela waktu makan, kadar insulin Anda bisa tetap tinggi sepanjang hari. Hal ini bisa membuat tubuh Anda menjadi resisten terhadap insulin dan mengakibatkan masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, atau penyakit jantung.

Untuk menjaga kadar insulin yang rendah, Anda harus memperhatikan jenis makanan yang Anda konsumsi selama jendela waktu makan. Hindari makanan yang tinggi karbohidrat atau gula, seperti makanan olahan atau makanan cepat saji.

3. Makan Terlalu Banyak Selama Jendela Makan

Kesalahan ketiga saat melakukan diet Intermittent Fasting adalah makan terlalu banyak selama jendela waktu makan. Ketika Anda berpuasa selama periode tertentu, tubuh Anda bisa mengalami perubahan dalam pola makan dan rasa lapar. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan jumlah makanan yang Anda konsumsi selama jendela waktu makan.

Makan terlalu banyak selama jendela waktu makan bisa mengakibatkan konsumsi kalori yang berlebihan, dan membuat tubuh Anda sulit membakar lemak sebagai sumber energi. Hal ini bisa menghambat kemajuan diet Intermittent Fasting Anda dan bahkan mengakibatkan kenaikan berat badan.

Untuk menghindari kesalahan ini, sebaiknya perencanaan makanan Anda dilakukan dengan cermat dan pastikan Anda makan dalam porsi yang cukup. Anda bisa menghitung kalori yang Anda butuhkan setiap hari dan memperkirakan berapa banyak makanan yang harus Anda konsumsi selama jendela waktu makan.

Jika Anda merasa sulit untuk mengendalikan jumlah makanan yang Anda konsumsi selama jendela waktu makan, Anda bisa mencoba teknik seperti makan perlahan-lahan, menggunakan piring yang lebih kecil, atau menghindari makan di depan televisi atau komputer. Hal ini bisa membantu Anda mengontrol jumlah makanan yang Anda konsumsi dan mencapai tujuan diet Intermittent Fasting Anda.

4. Tidak Memperhatikan Kadar Kalori

Kesalahan keempat yang sering dilakukan saat melakukan diet Intermittent Fasting adalah tidak memperhatikan kadar kalori. Meskipun pada diet Intermittent Fasting, lebih penting untuk memperhatikan jendela waktu makan dan jenis makanan yang dikonsumsi, tetap penting untuk memperhatikan jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh Anda.

Menghitung jumlah kalori yang Anda butuhkan setiap hari dan membatasi asupan kalori selama jendela waktu makan adalah kunci keberhasilan dalam melakukan diet Intermittent Fasting. Jika Anda tidak memperhatikan kadar kalori, maka Anda bisa dengan mudah mengonsumsi makanan yang terlalu banyak kalori dan menghambat proses pembakaran lemak dalam tubuh.

Untuk menghindari kesalahan ini, sebaiknya Anda mencoba untuk menghitung kebutuhan kalori Anda setiap hari. Anda bisa menggunakan aplikasi atau situs web yang tersedia untuk menghitung kebutuhan kalori Anda berdasarkan faktor seperti usia, jenis kelamin, berat badan, dan tingkat aktivitas fisik.

Setelah Anda mengetahui kebutuhan kalori Anda, sebaiknya Anda memperkirakan berapa banyak kalori yang bisa dikonsumsi selama jendela waktu makan. Sebaiknya porsi makanan yang dikonsumsi selama jendela waktu makan dibagi secara seimbang agar Anda bisa mendapatkan nutrisi yang cukup dan tetap memperhatikan asupan kalori.

Jika Anda merasa sulit untuk menghitung jumlah kalori yang Anda butuhkan dan mengonsumsi, maka sebaiknya Anda berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter untuk mendapatkan saran dan arahan yang lebih tepat mengenai kebutuhan nutrisi dan kalori Anda.

5. Tidak Memilih Makanan yang Benar

Kesalahan kelima yang harus dihindari saat melakukan diet Intermittent Fasting adalah tidak memilih makanan yang benar. Memilih makanan yang tepat adalah penting dalam mencapai keberhasilan diet Intermittent Fasting karena jenis makanan yang dikonsumsi selama jendela waktu makan dapat mempengaruhi hasil dari diet tersebut.

Selain memilih makanan yang tepat, sebaiknya Anda juga memperhatikan jumlah makanan yang dikonsumsi selama jendela waktu makan. Terlalu banyak makanan selama jendela waktu makan dapat membuat Anda kelebihan kalori dan menghambat proses pembakaran lemak dalam tubuh.

Sebaiknya Anda memperhatikan porsi makanan dan frekuensi makan selama jendela waktu makan. Sebaiknya Anda memilih untuk makan beberapa kali dalam sehari dengan porsi yang lebih kecil daripada makan beberapa kali dengan porsi besar. Hal ini dapat membantu menjaga kadar gula darah dan insulin yang stabil dan mempercepat proses pembakaran lemak dalam tubuh.

Selain itu, sebaiknya Anda juga menghindari makanan yang mengandung banyak gula dan karbohidrat sederhana, seperti permen, cokelat, dan roti putih. Makanan ini dapat membuat Anda cepat merasa lapar dan mengganggu pola makan Anda.

Jadi, memilih makanan yang benar sangat penting dalam menjalankan diet Intermittent Fasting. Pilihlah makanan yang seimbang dan kaya akan nutrisi, hindari makanan yang mengandung banyak lemak dan karbohidrat sederhana, serta perhatikan jumlah dan frekuensi makan selama jendela waktu makan.

6. Tidak Melakukan Latihan Fisik

Kesalahan keenam yang harus dihindari saat melakukan diet Intermittent Fasting adalah tidak melakukan latihan fisik. Latihan fisik sangat penting dalam mendukung keberhasilan diet Intermittent Fasting, karena dapat membantu meningkatkan proses pembakaran lemak dalam tubuh.

Selain itu, latihan fisik juga dapat membantu meningkatkan kadar hormon pertumbuhan, yang dapat membantu mempertahankan massa otot dan meningkatkan metabolisme tubuh. Sebaiknya Anda memilih jenis latihan fisik yang tepat, seperti latihan beban atau kardio, yang dapat membantu membakar lemak dan mempertahankan massa otot.

Jika Anda belum terbiasa melakukan latihan fisik, sebaiknya mulailah dengan latihan ringan seperti berjalan kaki atau bersepeda. Anda dapat meningkatkan intensitas latihan secara bertahap sesuai dengan kemampuan tubuh Anda.

Sebaiknya Anda juga memperhatikan waktu latihan yang tepat. Jika Anda melakukan latihan fisik selama jendela waktu makan, sebaiknya Anda makan makanan ringan sebelum atau setelah latihan untuk membantu memperbaiki otot dan mengisi kembali energi.

Namun, jika Anda melakukan latihan fisik selama periode puasa, sebaiknya Anda memilih jenis latihan yang lebih ringan dan hindari latihan fisik yang terlalu berat. Latihan fisik yang terlalu berat dapat membuat Anda kekurangan energi dan mengganggu proses pembakaran lemak dalam tubuh.

Jadi, latihan fisik sangat penting dalam mendukung keberhasilan diet Intermittent Fasting. Pilihlah jenis latihan fisik yang tepat dan lakukan latihan secara teratur untuk membantu meningkatkan proses pembakaran lemak dalam tubuh.

7. Tidak Mengelola Stres dengan Baik

Kesalahan ketujuh yang harus dihindari saat melakukan diet Intermittent Fasting adalah tidak mengelola stres dengan baik. Stres dapat mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan, termasuk dalam keberhasilan diet Intermittent Fasting.

Ketika tubuh mengalami stres, hormon kortisol akan meningkat. Kortisol dapat memicu perasaan lapar, sehingga membuat Anda lebih sulit untuk menjaga pola makan yang sehat. Selain itu, stres juga dapat membuat Anda cenderung memilih makanan yang tidak sehat atau mengonsumsi makanan berlebihan.

Untuk mengelola stres dengan baik, Anda dapat mencoba beberapa teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam. Hal ini dapat membantu menenangkan pikiran dan tubuh, sehingga mengurangi kadar hormon kortisol dalam tubuh.

Selain itu, Anda juga dapat mencoba melakukan aktivitas yang dapat membantu mengurangi stres, seperti berjalan-jalan, mendengarkan musik, atau menghabiskan waktu bersama teman atau keluarga. Aktivitas ini dapat membantu mengurangi perasaan stres dan meningkatkan suasana hati Anda.

Sebaiknya juga hindari kebiasaan buruk seperti merokok, mengonsumsi alkohol, atau mengonsumsi obat-obatan terlarang. Kebiasaan buruk ini hanya akan membuat stres Anda semakin bertambah buruk dan mempengaruhi kesehatan Anda secara keseluruhan.

Jadi, mengelola stres dengan baik sangat penting dalam mendukung keberhasilan diet Intermittent Fasting. Coba lakukan teknik relaksasi atau aktivitas yang dapat membantu mengurangi stres, dan hindari kebiasaan buruk yang dapat memperburuk stres.

8. Tidak Mengonsumsi Cukup Air

Kesalahan kedelapan yang harus dihindari saat melakukan diet Intermittent Fasting adalah tidak mengonsumsi cukup air. Kebutuhan akan air sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh, termasuk dalam mendukung keberhasilan diet Intermittent Fasting.

Selama menjalankan diet Intermittent Fasting, Anda hanya diperbolehkan untuk makan dalam jendela makan tertentu. Oleh karena itu, Anda harus memastikan bahwa Anda tetap terhidrasi dengan baik di luar jendela makan tersebut.

Kurangnya konsumsi air dapat mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Ketika tubuh kekurangan air, akan terjadi dehidrasi yang dapat menyebabkan gejala seperti sakit kepala, pusing, dan lelah. Selain itu, dehidrasi juga dapat mempengaruhi pencernaan, mengurangi fungsi ginjal, dan membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi.

Selama melakukan diet Intermittent Fasting, sebaiknya Anda mengonsumsi minimal 8-10 gelas air setiap harinya di luar jendela makan. Anda juga dapat menambahkan minuman elektrolit seperti air kelapa atau minuman olahraga untuk membantu mengganti elektrolit yang hilang selama proses diet.

Hindari minuman beralkohol atau minuman yang mengandung kafein, karena kedua jenis minuman ini dapat menyebabkan dehidrasi. Selain itu, pastikan juga untuk tidak mengganti air dengan minuman manis atau minuman yang mengandung gula tambahan.

Dengan mengonsumsi cukup air selama menjalankan diet Intermittent Fasting, Anda dapat membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan dan mendukung keberhasilan diet tersebut. Jadi, pastikan Anda tetap terhidrasi dengan baik setiap harinya.

9. Tidak Menjaga Kualitas Tidur

Kesalahan yang harus dihindari saat diet intermittent fasting selanjutnya adalah tidak menjaga kualitas tidur yang cukup. Tidur yang cukup dan berkualitas penting untuk memastikan tubuh beristirahat dengan baik dan dapat menghasilkan energi yang cukup untuk aktivitas sehari-hari. Kurang tidur dapat mempengaruhi kadar hormon yang terkait dengan nafsu makan dan metabolisme, yang dapat menyebabkan Anda merasa lapar dan sulit mengontrol asupan makanan Anda selama jendela makan.

Selain itu, kurang tidur juga dapat mempengaruhi produksi hormon stres kortisol, yang dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah dan insulin. Hal ini dapat memperburuk resistensi insulin dan mempersulit proses pembakaran lemak dalam tubuh.

Oleh karena itu, pastikan Anda tidur cukup setiap malamnya, yakni sekitar 7-8 jam dalam sehari. Selain itu, usahakan untuk tidur pada waktu yang sama setiap harinya dan hindari terlalu banyak mengonsumsi kafein atau minuman beralkohol yang dapat mengganggu kualitas tidur Anda.

Anda juga dapat mencoba teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga untuk membantu mengurangi stres dan meningkatkan kualitas tidur Anda. Dengan menjaga kualitas tidur yang baik, Anda dapat memaksimalkan manfaat dari diet intermittent fasting dan mencapai tujuan penurunan berat badan Anda dengan lebih efektif.

10. Tidak Berkonsultasi dengan Dokter

Kesalahan terakhir yang harus dihindari saat melakukan diet intermittent fasting adalah tidak berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memulainya. Hal ini sangat penting untuk dilakukan, terutama jika Anda memiliki riwayat medis yang kompleks atau sedang menjalani pengobatan tertentu.

Sebelum memutuskan untuk melakukan diet intermittent fasting, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mengetahui apakah jenis diet ini cocok untuk kondisi kesehatan Anda atau tidak. Sebagai contoh, bagi orang yang memiliki riwayat diabetes atau hipertensi, ada beberapa modifikasi yang perlu dilakukan dalam melakukan diet ini.

Dokter juga dapat membantu Anda menentukan jadwal puasa yang tepat serta memberikan saran mengenai asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh selama jendela makan. Dengan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, Anda dapat memastikan bahwa diet intermittent fasting dapat dilakukan dengan aman dan efektif.

Cara menjalankan Diet Intermittent Fasting dengan benar

Setelah mengetahui kesalahan-kesalahan yang perlu dihindari saat menjalankan diet Intermittent Fasting, berikut adalah cara menjalankan diet Intermittent Fasting dengan benar:

  1. Tentukan jadwal puasa. Pilih jadwal puasa yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan tubuh. Jadwal puasa yang umumnya digunakan adalah 16/8, di mana Anda berpuasa selama 16 jam dan makan dalam jangka waktu 8 jam.
  2. Pilih jenis Intermittent Fasting yang sesuai. Terdapat beberapa jenis Intermittent Fasting yang dapat dipilih, seperti 16/8, 5:2, atau eat-stop-eat. Pilih jenis yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan tubuh.
  3. Perhatikan jenis makanan yang dikonsumsi saat jam makan. Pilih makanan yang sehat dan bergizi saat jam makan. Konsumsi makanan yang kaya akan serat, protein, vitamin, dan mineral untuk menjaga kesehatan tubuh.
  4. Batasi jumlah kalori yang dikonsumsi. Salah satu tujuan dari diet Intermittent Fasting adalah untuk mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi dalam sehari. Batasi jumlah kalori yang dikonsumsi saat jam makan agar tetap sehat dan bugar.
  5. Minum cukup air saat berpuasa. Saat berpuasa, pastikan Anda tetap minum air putih yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
  6. Tetap konsisten dalam menjalankan diet Intermittent Fasting. Konsistensi sangat penting dalam menjalankan diet Intermittent Fasting. Pastikan Anda menjalankan jadwal puasa dan jam makan dengan konsisten agar hasil yang diinginkan dapat tercapai.
  7. Perhatikan waktu tidur. Tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Pastikan Anda memiliki waktu tidur yang cukup saat menjalankan diet Intermittent Fasting agar tubuh tetap bugar dan sehat.
  8. Tetap aktif dan bergerak. Aktivitas fisik yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Tetap aktif dan bergerak saat menjalankan diet Intermittent Fasting agar tubuh tetap sehat dan bugar.
  9. Minimalkan konsumsi gula dan karbohidrat sederhana. Konsumsi gula dan karbohidrat sederhana dapat memicu perubahan kadar gula darah yang tidak stabil. Minimalkan konsumsi gula dan karbohidrat sederhana agar tubuh tetap sehat dan bugar.
  10. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi. Sebelum memulai diet Intermittent Fasting, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk memastikan keamanan dan kemampuan tubuh dalam menjalankan diet ini.

Kesimpulan

Dalam menjalankan diet Intermittent Fasting, terdapat beberapa kesalahan yang harus dihindari agar diet ini dapat memberikan hasil yang diinginkan. Beberapa kesalahan yang perlu dihindari adalah mengonsumsi makanan yang tidak sehat, berlebihan dalam mengonsumsi kalori saat jam makan, dan tidak konsisten dalam menjalankan jadwal puasa dan jam makan.

Namun, dengan menjalankan diet Intermittent Fasting dengan benar, diet ini dapat membantu menurunkan berat badan, meningkatkan kesehatan tubuh, dan mengurangi risiko terjadinya beberapa penyakit. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjalankan diet Intermittent Fasting dengan benar adalah dengan menentukan jadwal puasa yang sesuai, memilih jenis Intermittent Fasting yang sesuai, memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi saat jam makan, dan tetap konsisten dalam menjalankan diet ini.

Meskipun demikian, sebelum memulai diet Intermittent Fasting, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk memastikan keamanan dan kemampuan tubuh dalam menjalankan diet ini. Dengan menjalankan diet Intermittent Fasting dengan benar dan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan tubuh, Anda dapat mencapai tujuan kesehatan dan penurunan berat badan yang diinginkan.

Demikian informasi yang dapat Gensehat sampaikan mengenai ’10 kesalahan yang harus dihindari saat diet intermittent fasting’. Semoga artikel ini bermanfaat ya!

Tinggalkan komentar