5 Tips Sukses Diet Intermittent Fasting

Photo of author

By admin

Intermittent Fasting (IF) telah menjadi salah satu cara populer untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan. Metode IF adalah dengan membatasi waktu makan Anda menjadi jendela waktu tertentu dalam sehari, sementara dalam sisa waktu Anda berpuasa. Cara kerja diet intermittent fasting ini melibatkan pengaturan pola makan dengan memperpanjang waktu antara makanan, sehingga tubuh memiliki waktu untuk membakar cadangan lemak. Berikut ini adalah 5 tips sukses diet intermittent fasting.

Memulai Diet Intermittent Fasting

Memulai diet intermittent fasting memerlukan persiapan dan kesiapan mental yang baik. Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipersiapkan saat akan memulai diet ini:

  1. Siapkan mental. Sebelum memulai diet intermittent fasting, pastikan Anda sudah siap secara mental. Ini merupakan pola makan yang berbeda dari yang biasanya dilakukan, sehingga dibutuhkan kesiapan mental untuk menghindari stres dan frustasi.
  2. Mulai secara perlahan. Jangan langsung melakukan diet ini secara ekstrem. Mulailah dengan mengurangi waktu makan secara bertahap. Misalnya, jika biasanya makan 3 kali sehari, maka mulailah dengan hanya makan 2 kali sehari dan terus kurangi hingga mencapai pola 16/8.
  3. Tentukan jenis diet yang sesuai. Ada beberapa jenis diet intermittent fasting yang bisa dipilih. Pilihlah jenis diet yang sesuai dengan gaya hidup Anda dan yang bisa dilakukan dengan mudah.
  4. Tetap konsumsi makanan sehat dan seimbang. Meskipun diet ini mengatur waktu makan, tetapi tetap diperlukan asupan makanan sehat dan seimbang. Konsumsilah makanan yang kaya nutrisi seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan protein tanpa lemak.
  5. Jangan lewatkan sarapan. Sarapan merupakan waktu makan yang penting untuk memulai metabolisme tubuh. Meskipun Anda melakukan diet intermittent fasting, tetaplah konsumsi sarapan yang sehat dan bergizi.

5 Tips Sukses Diet Intermittent Fasting

1. Tentukan Waktu Puasa dan Makan yang Tepat

Satu-satunya aturan yang harus Anda ikuti saat melakukan IF adalah membatasi waktu makan Anda. Waktu puasa dan makan yang tepat sangatlah penting. Anda harus memilih jendela waktu yang sesuai dengan gaya hidup dan rutinitas Anda. Beberapa pilihan jendela waktu makan yang umum dilakukan yaitu 16/8 (16 jam puasa dan 8 jam makan), 18/6, atau bahkan 20/4.

2. Perlahan-lahan Tingkatkan Waktu Puasa

Saat pertama kali memulai IF, Anda mungkin akan merasa lapar atau lelah karena tubuh Anda masih beradaptasi. Maka dari itu, mulailah dengan waktu puasa yang lebih singkat dan perlahan-lahan tingkatkan waktu puasa Anda. Hal ini dapat membantu tubuh Anda beradaptasi secara bertahap dan mengurangi risiko terkena efek samping yang tidak diinginkan.

3. Perbanyak Konsumsi Air dan Minuman Non-Kalori

Saat berpuasa, tubuh Anda membutuhkan cairan yang cukup. Konsumsi air dan minuman non-kalori seperti teh hijau atau kopi tanpa gula dapat membantu Anda merasa kenyang dan terhidrasi dengan baik. Selain itu, minuman non-kalori juga dapat membantu Anda mengurangi rasa lapar dan menghindari keinginan untuk ngemil.

4. Konsumsi Makanan Bergizi Saat Waktu Makan

Meskipun IF tidak membatasi jenis makanan yang harus dikonsumsi, tetaplah penting untuk memilih makanan yang bergizi dan seimbang saat waktu makan. Pastikan makanan yang Anda konsumsi mengandung protein, lemak sehat, karbohidrat kompleks, serta serat. Kombinasi makanan tersebut akan membantu Anda merasa kenyang lebih lama dan memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh Anda.

5. Patuhi Waktu Makan yang Ditentukan

Tips sukses diet intermittent fasting lainnya adalah mematuhi jendela waktu makan yang telah ditentukan. Jangan makan di luar waktu makan yang telah ditentukan, dan pastikan Anda mengonsumsi makanan yang cukup selama jendela waktu makan Anda. Melakukan ini dapat membantu Anda memperoleh manfaat kesehatan dan menurunkan berat badan dengan efektif.

Memilih Jenis Makanan yang Tepat

Memilih jenis makanan yang tepat sangat penting dalam menjalankan diet intermittent fasting. Berikut adalah beberapa jenis makanan yang sebaiknya dipilih:

  1. Makanan tinggi protein. Makanan tinggi protein seperti daging, ikan, kacang-kacangan, dan produk susu rendah lemak dapat membantu menjaga kenyang lebih lama dan menjaga massa otot selama diet ini.
  2. Sayuran dan buah-buahan. Sayuran dan buah-buahan mengandung banyak serat dan nutrisi penting yang dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan mengurangi rasa lapar.
  3. Karbohidrat kompleks. Pilihlah karbohidrat kompleks seperti oatmeal, beras merah, dan kentang sebagai sumber energi selama diet ini.
  4. Lemak sehat. Lemak sehat seperti yang terdapat pada alpukat, ikan salmon, dan kacang-kacangan dapat membantu menjaga kenyang lebih lama dan meningkatkan kadar hormon kenyang dalam tubuh.
  5. Air putih. Air putih merupakan minuman terbaik untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan membantu mengurangi rasa lapar.
  6. Teh hijau. Teh hijau mengandung antioksidan dan kafein yang dapat membantu meningkatkan metabolisme dan mengurangi rasa lapar.
  7. Kopi hitam. Kopi hitam juga mengandung kafein yang dapat membantu meningkatkan metabolisme dan mengurangi rasa lapar. Namun, pastikan untuk tidak menambahkan gula dan krim pada kopi Anda.

Hindari makanan yang tinggi gula, makanan cepat saji, dan makanan yang diproses. Makanan ini dapat mengganggu keberhasilan diet ini dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit. Pilihlah makanan yang sehat dan seimbang untuk mendukung keberhasilan diet intermittent fasting.

Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Diet Intermittent Fasting

Dalam melakukan diet intermittent fasting, ada beberapa kesalahan yang harus dihindari agar diet ini dapat berjalan dengan sukses. Beberapa kesalahan tersebut antara lain:

  1. Tidak mengonsumsi air yang cukup. Ketika melakukan diet ini, penting untuk tetap mengonsumsi air yang cukup untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Jangan lupa untuk minum minimal 8 gelas air setiap hari.
  2. Terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji. Makanan cepat saji tidak hanya kurang sehat, tetapi juga dapat menghambat keberhasilan diet ini. Hindarilah makanan cepat saji dan konsumsilah makanan sehat dan seimbang.
  3. Tidak mengatur waktu makan dengan tepat. Tidak mengatur waktu makan dengan tepat dapat mengganggu pola makan dan menyebabkan kegagalan diet ini. Pastikan untuk mengatur waktu makan dengan benar dan disiplin.
  4. Tidak tidur yang cukup. Tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan membantu mempercepat metabolisme. Hindari begadang dan pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup setiap malam.
  5. Terlalu banyak mengonsumsi gula dan karbohidrat. Konsumsi gula dan karbohidrat berlebihan dapat mengganggu keberhasilan diet ini. Batasi konsumsi makanan yang mengandung gula dan karbohidrat tinggi, seperti kue, permen, roti, dan nasi putih.
  6. Tidak mengkompensasi kekurangan nutrisi. Ketika mengurangi waktu makan, tubuh dapat mengalami kekurangan nutrisi. Pastikan untuk mengkompensasi kekurangan nutrisi dengan mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian.
  7. Terlalu banyak berolahraga. Meskipun berolahraga sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh, terlalu banyak berolahraga dapat mengganggu keberhasilan diet ini. Jangan berolahraga secara berlebihan dan pastikan Anda mengatur jadwal olahraga yang tepat.
  8. Mengonsumsi makanan berkalori tinggi saat waktu makan. Meskipun Anda mengatur waktu makan, tetap hindari mengonsumsi makanan berkalori tinggi seperti makanan gorengan dan makanan manis saat waktu makan. Pilihlah makanan sehat yang rendah kalori untuk mendukung keberhasilan diet ini.
  9. Tidak konsisten dalam menjalankan diet. Kunci dari keberhasilan diet ini adalah konsistensi. Jangan mengambil jalan pintas dan tetap konsisten dalam menjalankan pola makan ini untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Kesimpulan

Diet intermittent fasting (IF) dapat membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan dengan membatasi waktu makan Anda. 5 tips sukses diet intermittent fasting yang telah dijelaskan di atas, yaitu memilih waktu puasa dan makan yang tepat, perlahan-lahan tingkatkan waktu puasa, perbanyak konsumsi air dan minuman non-kalori, konsumsi makanan bergizi saat waktu makan, dan patuhi waktu makan yang ditentukan, dapat membantu Anda mencapai keberhasilan dalam melakukan diet IF. Namun, sebelum memulai diet ini, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk memastikan diet ini sesuai untuk Anda.

Sekian informasi yang dapat Gensehat bagikan mengenai ‘5 Tips Sukses Diet Intermittent Fasting’

Satu pemikiran pada “5 Tips Sukses Diet Intermittent Fasting”

Tinggalkan komentar