Benjolan Keras Seperti Tulang Di Belakang Telinga, Penyakit Apa?

By admin

Benjolan keras seperti tulang di belakang telinga dapat berkembang di hampir semua bagian tubuh, termasuk telinga. Kondisi ini biasanya tidak mengakibatkan rasa nyeri, bukan jenis kanker, dan bukan masalah yang serius. Dan biasanya terdiri dari sel-sel kulit mati dan minyak yang berasal dari kelenjar sebaceous di kulit.

Beberapa penyebab paling umum dari munculnya benjolan di telinga adalah infeksi dan kondisi kulit dan, dalam kasus yang jarang terjadi, kanker.

Infeksi di belakang telinga seringkali berasal dari bakteri dan virus. Contoh penyakit yang bisa memicu munculnya banyak di antaranya adalah radang tenggorokan, mononukleosis, campak, cacar, bahkan HIV/AIDS.

Benjolan Keras Seperti Tulang Di Belakang Telinga
Benjolan keras di belakang telinga

Selain penyakit, masih banyak penyakit lain yang bisa menyebabkan benjolan di belakang telinga, antara lain:

1. Mastoiditis

Mastoiditis merupakan peradangan pada tulang mastoid, yaitu tulang di belakang telinga yang memiliki peran penting dalam pendengaran. Tanda mastoiditis adalah benjolan di belakang telinga. Gejala tersebut muncul bersamaan dengan sakit kepala dan keluarnya nanah atau cairan dari telinga.

Mastoiditis sering muncul karena otitis media yang tidak tertangani dengan baik, di mana bakteri dari rongga telinga tengah menyebar ke tulang mastoid. Mastoiditis dapat kita obati dengan antibiotik, kotoran telinga, atau pembersihan telinga oleh dokter.

Jika metode ini tidak berhasil, pembedahan dapat kita lakukan untuk mencegah komplikasi.

Baca juga..
Pantangan Setelah Operasi Sinusitis
Cara Menghilangkan Jerawat Di Leher

2. Limfadenopati

Limfadenopati yaitu suatu kondisi yang ditandai dengan terjadinya inflamasi kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening sendiri tersebar di berbagai bagian tubuh, dan salah satunya ada di belakang telinga. Saat kelenjar getah bening di belakang telinga membengkak, muncul benjolan di area tersebut.

Pembengkakan kelenjar getah bening seringkali terjadi karena adanya infeksi, peradangan, atau bahkan kanker. Pengobatan untuk kondisi ini sangat tergantung dari penyebabnya. Meski terkadang bisa sembuh tanpa pengobatan, benjolan di belakang telinga akibat pembengkakan kelenjar getah bening sebaiknya perlu mendapat penanganan dokter.

3. Otitis Media dan Interna

Otitis media adalah infeksi telinga tengah, khususnya di ruang belakang gendang telinga. Penyakit ini biasanya menyebabkan peningkatan cairan di telinga, nyeri telinga, dan pembengkakan di belakang telinga. Otitis media yang berulang dan tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi, seperti infeksi telinga bagian dalam (otitis media), ketulian, pecahnya gendang telinga, tumor telinga yang disebut kolesteatoma dan meningitis. .

Oleh karena itu, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter THT jika mengalami gejala yang mengarah ke otitis media. Untuk mengobati infeksi telinga akibat bakteri, biasanya dokter akan meresepkan obat antibiotik dan obat tetes telinga.

Baca juga..
Cara Mengobati Cedera Otot Setelah Berolahraga
Cara Mengobati Penyakit Ginjal Stadium Awal

4. Kanker

Salah satu penyebab benjolan di belakang telinga yang harus kita waspadai adalah kanker nasofaring. Selain tumor di belakang telinga, kanker ini juga bisa menyerang tulang di leher atau tenggorokan. Kanker ini biasanya tanpa gejala pada tahap awal.

Namun, seiring berkembangnya penyakit, pembengkakan di belakang telinga dapat muncul bersamaan dengan gejala lain, seperti: rasa sakit di bagian telinga, masalah pendengaran, luka di bagian mulut yang sulit sembuh, berat badan yang menurun secara drastis.

Jika tulang di belakang telinga menjadi lembek, merah, mengeluarkan cairan dan semakin nyeri, sebaiknya perlu segera mendapatkan penanganan dari dokter. Selain itu, perubahan bentuk benjolan, pertumbuhan yang terus berlanjut, dan gejala penyerta lainnya harus segera diselidiki.

Berikut tadi merupakan penyebab benjolan keras seperti tulang di belakang telinga yang perlu Anda ketahui

Apabila muncul gejala gejala tersebut, sebaiknya segera konsultasikan diri Anda ke dokter agar segera mendapatkan penanganan lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Exit mobile version