Cara Mengatasi Rasa Ngidam Saat Diet Intermittent Fasting

Photo of author

By admin

Ngidam pada dasarnya adalah rasa ingin makan yang tiba-tiba dan terkadang sangat kuat. Rasa ngidam dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti stres, kelelahan, atau bahkan hanya karena melihat makanan yang disukai. Namun, ngidam yang terjadi saat menjalani diet intermittent fasting dapat menjadi masalah yang serius. Bagaimana cara mengatasi rasa ngidam saat diet intermittent fasting? Artikel ini akan membahas beberapa cara untuk mengatasi rasa ngidam saat menjalani diet intermittent fasting.

Fakta-fakta tentang Ngidam saat Diet Intermittent Fasting

Penjelasan tentang ngidam dan diet intermittent fasting

Ngidam pada dasarnya adalah keinginan yang sangat kuat untuk makan makanan tertentu. Ketika menjalani diet intermittent fasting, rasa ngidam dapat menjadi sangat kuat karena Anda hanya diperbolehkan untuk makan pada waktu tertentu dan harus berpuasa pada waktu lainnya.

Dampak negatif ngidam pada diet

Ngidam dapat mengganggu pencapaian sukses diet intermittent fasting yang Anda jalani karena dapat menyebabkan Anda mengonsumsi makanan yang tidak sehat dan berlebihan. Selain itu, ngidam juga dapat menyebabkan Anda merasa lapar dan tidak puas setelah makan, yang dapat memicu ngidam lebih lanjut.

Contoh makanan yang sering diidamkan saat diet

Beberapa makanan yang sering diidamkan saat diet intermittent fasting adalah makanan tinggi lemak dan gula seperti kue, cokelat, dan es krim. Selain itu, makanan berkalori tinggi seperti burger dan pizza juga sering diidamkan.

Penyebab Rasa Ngidam saat Diet Intermittent Fasting

Dalam menjalani diet Intermittent Fasting, rasa ngidam atau cravings sering terjadi pada saat periode puasa. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormonal dalam tubuh, terutama hormon ghrelin dan insulin.

Hormon Ghrelin

Hormon ghrelin, yang juga dikenal sebagai hormon lapar, diproduksi oleh lambung dan merangsang rasa lapar. Saat menjalani puasa, kadar hormon ghrelin dalam tubuh meningkat, sehingga memicu rasa lapar dan ngidam makanan tertentu.

Hormon Insulin

Hormon insulin berfungsi untuk menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Saat kita makan, tubuh akan memproduksi insulin untuk mengatasi kenaikan gula darah. Namun, pada saat menjalani diet Intermittent Fasting, tubuh akan memproduksi insulin dalam jumlah yang lebih sedikit. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan rasa lapar dan ngidam makanan manis atau berkarbohidrat tinggi.

Kombinasi peningkatan hormon ghrelin dan penurunan hormon insulin dapat menyebabkan rasa ngidam yang kuat dan sulit diatasi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengatasi rasa ngidam saat menjalani diet Intermittent Fasting.

Strategi untuk Mengatasi Rasa Ngidam Saat Diet Intermittent Fasting

Rasa ngidam saat menjalani diet intermittent fasting dapat membuat program diet menjadi sulit dilakukan. Namun, ada beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi rasa ngidam ini.

Mengalihkan perhatian dari makanan

Saat merasa ngidam, cobalah untuk mengalihkan perhatian dari makanan dengan melakukan aktivitas lain seperti membaca buku, menonton film, atau berolahraga. Dengan mengalihkan perhatian, Anda dapat mengurangi keinginan untuk makan.

Mengonsumsi makanan yang kaya serat

Makanan yang kaya serat dapat membantu mengurangi rasa ngidam dan membuat perut terasa kenyang lebih lama. Beberapa makanan yang kaya serat antara lain buah-buahan, sayuran hijau, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

Mengganti makanan yang diidamkan dengan makanan yang lebih sehat

Jika Anda merasa ngidam akan makanan tertentu, cobalah untuk menggantinya dengan makanan yang lebih sehat dan rendah kalori. Sebagai contoh, jika Anda mengidamkan cokelat, cobalah untuk menggantinya dengan buah-buahan atau yogurt rendah lemak.

Memperbanyak konsumsi makanan yang sehat

Memperbanyak konsumsi makanan yang sehat dapat membantu mengurangi rasa ngidam dan membuat program diet intermittent fasting lebih mudah dilakukan. Pastikan untuk memasukkan makanan yang sehat dan bergizi seperti buah-buahan, sayuran hijau, dan protein dalam setiap makanan.

Dengan menerapkan strategi di atas, Anda dapat mengatasi rasa ngidam saat menjalani diet intermittent fasting dan menjaga program diet tetap berjalan dengan baik.

Kesimpulan

Diet Intermittent Fasting menjadi salah satu pilihan bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan dengan cara yang sehat dan efektif. Namun, rasa ngidam yang muncul saat menjalankan diet ini dapat menjadi tantangan tersendiri.

Untuk mengatasi rasa ngidam saat diet Intermittent Fasting, penting untuk menjaga asupan cairan yang cukup, mengonsumsi makanan dengan serat tinggi, memilih makanan yang kaya protein dan lemak sehat, menghindari makanan yang tinggi karbohidrat sederhana, mengatur waktu makan yang tepat, melakukan olahraga, dan mengatur pola tidur yang cukup.

Dengan menerapkan tips-tips tersebut, diharapkan rasa ngidam dapat dikurangi dan diet Intermittent Fasting dapat dijalankan dengan sukses. Namun, sebelum memutuskan untuk menjalankan diet apapun, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan nutrisi Anda.

Tinggalkan komentar