Ciri Ciri Hernia Pada Wanita, Penting Dibaca!

Photo of author

By admin

Ciri ciri Hernia pada wanita. Hernia adalah suatu kondisi di mana suatu organ atau jaringan keluar melalui area otot atau jaringan ikat yang lemah. Ini dapat terjadi di berbagai bagian tubuh, seperti di pangkal paha (inguinal hernia), di diafragma (hiatal hernia), atau di sekitar pusar (umbilikus hernia).

Hernia dapat terjadi pada siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada laki-laki dan orang yang memiliki riwayat keluarga dengan hernia. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa hal ini juga dapat terjadi pada wanita.

Jenis Hernia Pada Wanita

ciri ciri hernia pada wanita , pemeriksaan hernia pada wanita
ciri ciri hernia pada wanita

Ada beberapa jenis hernia yang dapat terjadi pada wanita, termasuk:

  1. Inguinal hernia: Ini adalah jenis hernia yang paling umum pada wanita. Ini terjadi ketika organ atau jaringan keluar melalui area pangkal paha.
  2. Hiatal hernia: Hiatal hernia terjadi ketika bagian dari lambung naik melalui diafragma dan ke dalam rongga dada. Ini dapat menyebabkan gejala seperti mual, muntah, dan rasa sakit di dada.
  3. Umbilical hernia: Umbilical hernia terjadi di sekitar pusar dan dapat terjadi pada wanita yang hamil atau yang telah melahirkan.
  4. Femoral hernia: Femoral hernia terjadi di area pangkal paha dekat paha bagian bawah. Ini lebih sering terjadi pada wanita daripada pria.
  5. Incisional hernia: Incisional hernia terjadi di daerah operasi yang lama. Ini dapat terjadi pada wanita yang telah menjalani operasi abdominal.
Baca juga..
Penyakit Hernia Adalah Ancaman Bagi Pria
Cara Mencegah Hamil Setelah Berhubungan Intim

Penyebab Hernia Pada Wanita

Ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seorang wanita mengalami hernia, di antaranya:

  1. Riwayat keluarga dengan hernia: Keluarga yang memiliki riwayat hernia memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami hernia.
  2. Usia: Usia yang semakin tua dapat meningkatkan risiko hernia karena otot dan jaringan ikat yang lemah.
  3. Menjalani operasi abdominal: Menjalani operasi abdominal dapat meningkatkan risiko hernia karena adanya luka di daerah tersebut.
  4. Kehamilan: Kehamilan dapat meningkatkan risiko hernia karena tekanan yang ditimbulkan oleh janin yang tumbuh di dalam rahim.
  5. Kegemukan: Orang yang kelebihan berat badan atau obesitas memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami hernia karena adanya tekanan tambahan pada area yang lemah.
  6. Aktivitas fisik yang berat: Melakukan aktivitas fisik yang berat secara teratur dapat meningkatkan risiko hernia karena adanya tekanan pada area yang lemah.
  7. Konstipasi yang berkepanjangan: Mengalami konstipasi yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko hernia karena adanya tekanan pada area yang lemah saat buang air besar.

Jika Anda merasa memiliki faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan Anda mengalami hernia, segera konsultasikan dengan dokter Anda untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat.

Ciri Ciri Hernia Pada Wanita

Beberapa ciri ciri yang mungkin terjadi pada wanita dengan hernia, tergantung pada jenis penyakit hernia-nya , meliputi:

  1. Rasa sakit atau ketidaknyamanan di area hernia, yang mungkin semakin parah saat batuk, mengejan, atau bersin.
  2. Bengkak atau benjolan di area hernia yang mungkin semakin terlihat saat terjadi tekanan pada area tersebut.
  3. Rasa tertekan atau terpaksa di area hernia, terutama saat berdiri atau berjalan.
  4. Mual, muntah, atau rasa sakit di dada yang mungkin disertai dengan batuk yang berlebihan pada wanita yang menderita hiatal hernia.
  5. Mengalami kesulitan saat buang air kecil atau buang air besar pada wanita yang menderita hernia inguinal atau femoral.
Baca juga..
Gejala dan Pengobatan Penyakit Sifilis
Rekomendasi Makanan Diet untuk Wanita Menopause

Pemeriksaan Lebih Lanjut

Pemeriksaan hernia pada wanita, biasanya dokter akan menanyakan tentang riwayat kesehatan dan gejala yang pasien alami terlebih dahulu. Dokter kemudian akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk menyentuh area yang terkena hernia untuk menentukan ukuran dan tingkat keparahan hernia.

Untuk mengkonfirmasi diagnosis hernia, dokter mungkin akan merekomendasikan tes diagnostik seperti:

  1. Pemeriksaan ultrasound: Pemeriksaan ultrasound menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar organ di dalam tubuh. Ini dapat membantu dokter melihat ukuran dan lokasi hernia.
  2. Pemeriksaan CT scan: Pemeriksaan CT scan menggunakan sinar-X dan komputer untuk membuat gambar detil dari organ dan jaringan di dalam tubuh. Ini dapat membantu dokter melihat ukuran dan lokasi hernia.
  3. Pemeriksaan MRI: Pemeriksaan MRI menggunakan magnet dan radiofrekuensi untuk membuat gambar organ dan jaringan di dalam tubuh. Ini dapat membantu dokter melihat ukuran dan lokasi hernia.

Pengobatan Hernia Pada Wanita

Pengobatan hernia pada wanita dapat tergantung pada ukuran hernia, tingkat keparahan gejalanya, dan faktor risiko lainnya. Beberapa pilihan pengobatan yang mungkin menjadi pertimbangan dokter meliputi:

  1. Terapi konservatif: Pada kebanyakan kasus, terapi konservatif seperti mengurangi aktivitas fisik yang berat dan mengambil obat-obatan untuk mengurangi nyeri dapat diberikan untuk mengobati hernia.
  2. Operasi: Pada kebanyakan kasus, operasi diperlukan untuk menyelesaikan hernia. Operasi hernia biasanya dengan cara memasukkan jahitan pada area yang lemah sehingga organ atau jaringan tidak dapat keluar lagi.
  3. Pengobatan alternatif: Beberapa pengobatan alternatif seperti terapi fisik atau terapi osteopati dapat membantu mengurangi gejala hernia. Namun, pengobatan ini tidak menyelesaikan masalah hernia secara permanen dan biasanya tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya pengobatan.

Jika Anda merasa memiliki gejala yang mencurigakan atau merasa Anda mungkin menderita hernia, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Demikianlah informasi mengenai ciri ciri hernia pada wanita. semoga informasi ini bermanfaat bagi sahabat Gensehat semua ya!

Tinggalkan komentar